Kamis, 30 November 2017

Definisi dan Nilai Berita

A. Definisi Berita

Berita Menjadi informasi yang terbanyak diperoleh bila seorang membaca media cetak, bahkan ada yang mengatakan bisa mencapai 90 persen, meskipun belum tentu presentasenya seperti itu bila dia memanfaatkan media elektronik. Walau jumlah berita yang dinikmati masyarakat begitu banyak, ternyata tidak mudah memberikan definisi tentang berita, salah satu pengertian berita yang dipaparkan oleh Romli (2004) mendefinisikan berita merupakan laporan peristiwa yang memiliki nilai berita ( news value ) - aktual, faktual, penting, dan menarik. Dapat disimpulkan bahwa berita adalah: informasi atau laporan yang menarik perhatian masyarakat dan konsumen, berdasarkan fakta, berupa kejadian dan atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secepatnya.





Dengan definisi tersebut, dapatlah diketahui bahwa syarat berita harus: 
  1. Merupakan fakta, bukan karangan (Fiksi) atau dibuat-buat.
  2. Kalaupun itu pendapat atau ide, bukanlah dari wartawan atau reporter yang menulisnya, tetapi pendapat atau ide orang lain. Itu berarti, seorang wartawan tidak boleh memasukkan opininya dalam tulisan berita.
  3. Informasi itu harus ditulis dengan cara yang sudah ditentukan.
  4. Disebar melalui media massa secepatnya

Sifat lain yang harus diingat, berita harus menarik perhatian masyarakat atau lebih tepatnya, konsumen. Tentu saja yang dimaksud dengan perhatian 'konsumen' merupakan pembaca bagi media cetak, pendengar bagi radio atau pemirsa bagi televisi. Bukan tidak mungkin berita yang tidak menarik, tetapi mempunyai daya tarik tertentu yang membuat konsumen merasa tertarik. Mungkin karena berita artis terkenal atau karena informasinya membuat konsumen penasaran. Tegasnya, bila informasi tidak menarik, jangan diberitakan, karna tidak ada yang menginginkan informasi itu. Berita juga punya syarat yang harus disebarkan melalui media massa sesuai periodesasinya.


B. Nilai Berita

Oleh karena itu, berikut ini dijelaskan tentang unsur-unsur nilai berita ( news value ) yang di ungkapkan Assegaff (1983).
  1. Termasa (Aktual/Baru/Hangat),Suatu berita akan menarik perhatian bila informasi yang dijadikan berita itu merupakan sesuatu yang baru.
  2. Ternama (penting/tidaknya) orang yang diberitakan, Ada yang mengungkapkan, nama memunculkan berita, maksud dari ungkapan itu adalah bagi seseorang yang ternama sepertiPresidenadalah yang lebih di utamakan oleh media dari pada masyarakat biasa.
  3. Jarak (Jauh/Dekat) lingkungan yang terkena berita, Suatu berita secara umum ingin diketahui orang-orang yang “terkenainformasi itu, sehingga ada lingkungan yang dipengaruhi berita itu.
  4. Keluarbiasaan, Informasi yang dijadikan berita akan menarik perhatian masyarakat bila terdapat keluarbiasaan, apalagi seandainya sesuatu yang luar biasa tersebut belum pernah terjadi.
  5. Akibat yang mungkin ditimbulkan berita.
  6. Ketegangan yang ditimbulkan, Situasi tegang dapat menimbulkan rasa ingin dan menjadi bahan berita menarik. Suasana ketegangan ini menarik untuk diberitakan sampai bagaimana hasil pertolongan itu.
  7. Pertentangan(Conflict), Olahraga yang memperlihatkan pertentangan banyak menarik perhatian masyarakat, seperti pertandingan tinju kelas dunia sering ,menjadi berita utama media massa. Pertentangan bukan hanya tentang pertentangan olahraga, tetapi pertentangan di dalam bentuk kehidupan.
  8. Seks, Seks usianya mungkin hampir sama dengan umurnya dengan sejarah kehidupan manusia dan selalu memainkan peran penting dalam kehidupan.
  9. Kemajuan, Manusia senang dengan kemajuan yang diperoleh, baik kemajuan sendiri maupun orang lain. Kemajuan yang menarik itu bukan hanya salam masalah keluarga, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan, teknologi, pengobatan, luar angkasa, dan lain sebagainya.
  10. Emosi yang diungkap dalam berita, Manusia merupakan makhluk hidup yang sangat dipengaruhi emosi, seperti rasa marah, benci, sayang, kasihan termasuk diantaranya simpati dan empati yang mungkin muncul akibat suatu kejadian yang terjadi ditengah masyarakat.
  11. Humor dalam berita,Kelucuan memang menarik perhatian, bahkan sampai ada buku-buku humor banyak yang laris, bahkan ada yang bilang bahwa sering tertawa akan membuat awet muda.
  12. Human interest, Istilah Human Interest sebagai suatu unsur sesungguhnya kurang tepat karena semua unsur berita mengandung human interest atau dengan kasta lain, semua berita dimuat karena human interest.






Sementara itu, Santana (2005) juga menyusun unsur-unsur nilai dari suatu berita, yang terdiri dari:
  1. Immediacy (kesegeraan/baru/timelines), Immediacy juga diistilahkan timelines Proximity (keterdekatan/jarak), Khalayak akan cenderung tertarik dengan peristiwa yang terjadi atau ada di dekat mereka.
  2. Consequence (konsekuensi), Berita yang cenderung mengubah kehidupan masyarakat atau konsumen merupakan masyarakat atau konsumen merupakan berita yang mengandung nilai konsekuensi
  3. Conflict (pertentangan), Peristiwa perang, pembunuhan, demostrasi atau berbagai kegiatan kriminal yang diberi takan merupakan konflik yang sering menarik perhatian masyarakat untuk mengetahuinya.
  4. Oddity (keanehan/keluarbiasaan), Peristiwa luar biasa tentu akan menarik perhatian masyarakat.
  5. Sex (Seks), Seks seringkali menjadi unsur utama nilai sebuah berita, tetapi juga sering kali menjadi unsur tambahan. 
  6. Emotion (Emosi), Unsur emosi terkadang di gabungkan dengan human interest
  7. Prominence (Terkemuka/Ternama), Nama membuat berita” adalah orang-orang atau tempat ternama atau terkenal sering membuat berita dan itu suatu kenyataan.
  8. Suspence (Ketegangan), Unsur dari nilai berita suspence atau ketegangan, misalnya menyangkut sesuatu yang ditunggu-tunggu orang terhadap sebuah peristiwa tetapi tidak berakhir dengan kisah misteri.
  9. Progress (kemajuan), Masyarakat atau konsumen biasanya selalu menunggu perkembangan terhadap sesuatu kejadian yang cukup menarik. 

Sumber : Mondry. 2008. Pemahaman Teori Dan Praktik Jurnalistik. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia

Definisi dan Nilai Berita

A. Definisi Berita Berita Menjadi informasi yang terbanyak diperoleh bila seorang membaca media cetak, bahkan ada yang mengatakan bis...